Test Footer 2

Pages

Panti Jompo Budi Agung Butuh Uluran Tangan

Unit Pelayanan Teknis Penyantun Lanjut usia Budi Agung dibawah naungan Dinas Sosial Dinsos Provinsi NTT saat sangat membutuhkan uluran tangan dari donatur.

Infrastruktur Masih Menjadi Kendala Pembangunan Daerah

Untuk mengembangkan Segitiga Pertumbuhan antara Indonesia, Timor Leste, dan Australia, diperlukan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumlah Kasus Tahun 2013 Di NTT Turun -13,79%

Dengan keseriusan seluruh anggota Polda NTT, terlihat sinergitas pelaksanaan tugasnya, baik dengan Pemda NTT, TNI dan instansi vertikal lainnya, LSM, Ormas maupun elemen masyarakat.

Orang Tua Harus Aktif Dalam Memilih Jajanan Anak

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

PKB Minta Gereja Moratorium Sumbangan Dari Politisi

DPW Partai Kebangkitan Bangsa NTT meminta kepada semua gereja agar perlu mengambil langkah advokasi yang nyata dengan mengumumkan penghentian sementara terhadap sumbangan pembangunan gedung gereja dari politisi.

Tampilkan postingan dengan label Kabar Ekbis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Ekbis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2014

Dirjen Perenkraf dan Novanto Center Gelar Pameran Tenun Ikat NTT

Kupang, KabarkotakupanG.com - Novanto Center Kupang bekerja sama dengan Dirjen Ekonomi Kreatif Kementrian Parenkraf Republik Indonesia, hari ini Jumat 28 Februari, menggelar pameran, talk show,  fashion show tenun ikat NTT serta konser orkestra kolaborasi musik sasando.

Kegiatan yang digelar di restaurant grand mutiara dan hotel T-more Kupang ini, didukung oleh designer ternama Oskar Lawalata serta Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah Kota Kupang.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Deisti Astriani Novanto, dalam jumpa persnya mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mengekspos tenun ikat NTT ditingkat nasional bahkan internasional. Dan hasil tenun ikat modifikasi Novanto Center beserta Oskar Lawalata hari ini akan dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Astriani Novanto mengaku, tenun ikat NTT akan dimodifikasi lebih menarik, lebih tipis dan lebih elegan sehingga hasil modifikasi ini, nantinya tidak hanya dipamerkan di Kupang tapi akan dipamerkan juga di Jakarta.

Sementara itu, Oskar Lawalata dalam kesempatan tersebut menambahkan, tenun ikat NTT hasil modifikasi ini akan dipamerkan sebanyak 35 lembar. Dan hasil modifikasi tersebut belum ada rencana untuk dipasarkan kepada khalayak ramai.

Oskar berharap, agar dengan pameran seperti ini, masyarakat NTT lebih termotifasi lagi untuk membuat terobosan baru dalam menenun sehingga hasilnya lebih bagus sehingga bisa menembus pasar internasional. (Ven)

Masalah Bencana Perlu Peran Dunia Usaha

Kupang, KabarkotakupanG.com - Penanganan bencana alama bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga perlu peranan dunia usaha atau pihak swasta yang turut merasakan dampak dari bencana alam. 

Hal ini dikatakan sekretaris Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr. Ir. Michael Riwu Kaho, dalam acara penguatan forum pengurangan risiko bencana daerah Nusa Tenggara Timur pagi tadi.

Menurut Michael, jika bencana alam terjadi, maka akan mengganggu suplay usaha, dan dilihat dari angka kerugian terbesar secara perorangan, pihak swasta merupakan pihak yang sangat dirugikan. Sehingga Peran serta dunia usaha dan organisasi nirlaba sebagai bagian dari multi pihak dalam mengatasi terjadinya bencana alam sangat dibutuhkan.

Ia juga menegaskan, masalah bencana alam bukan hanya soal tinjauan lingkungan hidup tetapi perlu pula ditinjau dari dari aspek sosial budaya, misalnya kebiasaan masyarakat yang cenderung berpikir untuk kepentingan yang menguntungkan pada waktu yang singkat tetapi perlu pula memikirkan kerugian pada masa yang akan datang, ujarnya.

Michael berharap, agar ada keterpaduan tujuan pengelolaan terhadap risiko bencana alam antara pemerintah dan dunia usaha khususnya bagi organisasi nirlaba, sehingga memiliki pemahaman sama terhadap bencana, agar kehadiran dunia usaha bukan menambah jumlah risiko bencana. (Ven)

Kamis, 20 Februari 2014

Inflasi NTT Turun 0,42 Persen

Kupang, KabarkotakupanG.com - Bank Indonesia perwakilan NTT kembali mengeluarkan hasil analisis yang dilakukan berkaitan dengan perkembangan inflasi di provinsi NTT periode Januari 2014.

Hasil analisis Bank Indonesia perwakilan NTT tersebut mengacu pada berita resmi Badan Pusat Statistik NTT bahwa, inflasi bulan januari 2014 berada dibawah inflasi nasional yakni 0,42 persen atau lebih rendah dengan inflasi bulanan tahun 2013 maupun inflasi nasional januari 2014.

Kepala Bank Indonesia perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga dalam siaran persnya mengatakan, tekanan inflasi NTT terjadi pada komoditas ikan tongkol dan kentang dengan andil masing-masing sebesar 0,11 persen dari 0,09 persen. Sedangkan komoditas lainnya relaitf stabil.

Hasil pemantauan lapangan oleh Tim Pemantau Inflasi Daerah atau TPID provinsi NTT di beberapa lokasi distributor, sembilan bahan pokok dikota kupang ternyata cukup tersedia dan pendistribusian barang juga dinilai lancar.

Menurut Tigor Sinaga, turunya inflasi periode januari 2014 diakibatkan karena adanya himbauan gubernur NTT kepada beberapa pimpinan maskapai baru sehingga berdampak langsung terhadap penurunan tarif angkutan udara. (Ven)

Sabtu, 15 Februari 2014

Bulog NTT Tidak Akan Impor Beras Luar Negeri

Kupang, KabarkotakupanG.com - Kantor Bulog Wilayah NTT pada tahun 2014 ini menargetkan untuk tidak melakukan impor beras luar negeri dan menyiapkan 110.000 ton beras impor dalam Negeri dan 20.000 ton beras dari petani lokal NTT.

Kepala Bulog Divisi Nusa Tenggara Timur, Miftah, saat ditemui Wartawan mengatakan, pada tahun 2014 ini, Bulog NTT berusaha untuk bebas dari beras impor luar negeri, dengan alasan bahwa NTT pada tahun 2013 hampir mencapai target kebutuhan beras lokal dan secara nasional memang ingin agar memanfaatkan beras petani lokal dari pada menggunakan beras petani luar negeri.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa Bulog sangat yakin dengan target dan semangat kerja keras akan menjadikan masyarakat lebih mandiri dalam hal kebebasan beras. Sebab secara Nasional petani Indonesia telah mampu menghasilkan beras sebanyak 3,8 juta ton/tahun dan NTT telah mampu menghasilkan 14 ribu ton dari target 15 ton pada tahun 2013.

Sehingga pada tahun 2014 ini, bulog NTT targetkan 110 ribu ton kebutuhan beras impor dalam negeri ditambah dengan 20 ribu ton dari petani lokal NTT menjadi keseluruhannya 130 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat jika terjadi lonjakan harga beras di pasar NTT.

Dia juga menambahkan bahwa karena cuaca yang ektrem dan menyebabkan harga beras dipasar mulai naik maka bulog NTT telah melakukan operasi pasar dengan mendistribusikan sebanyak 71 ton untuk pasar Kasih Naikoten I dan 86 ton untuk pasar Oeba serta 75 ton untuk Pasar Maumere. Operasi pasar ini dilakukan untuk menekan terjadinya inflasi hingga harga beras premium di pasar kembali pada harga normal, kata Miftah.

Dikatakan juga bahwa bulog NTT saat ini menyediakan 45 ribu ton untuk melewati musim paciklik selama 3 atau 4 bulan ke depan, namun saat ini yang ada di gudang bulog sebanyak 26 ribu ton dan 19 ribu ton lainnya sedang dalam proses pengiriman. (Rey)

Rabu, 05 Februari 2014

Januari 2014, NTP NTT 92,97 Poin

Kupang, KabarkotakupanG.com - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di NTT pada bulan januari 2014, Nilai Tukar Petani atau NTP tidak mengalami perubahan dibanding bulan desember 2013 lalu yakni sebesar 92,97.

Hal ini disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pertanian yang sama besarnya dengan kenaikan indekas harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan prosuksi pertanian.

Kepala BPS NTT Anggoro Dwicahyono dalam rilisnya mengatakan, jika ditinjau dari per subsektor perbandingan NTP januari 2014 dengan NTP desember 2013 lalu, subsektor tanaman perkebunan rakyat dan subsektor peternakan mengalami penurunan sebesar 0,90 persen dan 0.07 persen.

Anggoro juga menambahkan, Dari kedua subsektor yang mengalami penurunan tersebut, ada tiga subsektor yang mengalami peningkatan yakni subsektor pangan sebesar 0,03 persen, subsektor hotikultura sebesar 1,22 persen dan subsektor perikanan naik sebesar 0,71 persen.

NTP atau nilai tukar petani merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani dipedesaan. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin tinggi pula tingkat kemapuan daya beli petani. (Ven)

NTT Alami Inflasi 0,42 Persen

Kupang, KabarkotakupanG.com - Januari 2014, NTT terjadi inflasi sebesar 0,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 111,04. Dari dua kota indeks harga konsumen NTT, Kota Kupang terjadi inflasi sebesar 0.50 persen sedangkan Kota Maumere terjadi deflasi sebesar 0,08 persen.

Kepala BPS NTT, Anggoro Dwitjahyono dalam rilisnya mengatakan, inflasi ini terjadi akibat adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran kecuali kelompok transportasi, komunikasi serta jasa keuangan.

Anggoro menambahkan, Dari 28 kota sampel IHK nasional, tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 4 lainnya kota mengalami deflasi. Secara Nasional, Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 3,79 persen dan terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 0,04 persen.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 0,017. Sementara deflasi terendah terjadi di Kota Manokwari yakni sebesar 0,07 persen. (Ven)

Kamis, 23 Januari 2014

Koperasi Sehat Harus Disosialisasikan

Kupang, KabarkotakupanG.com - Maneger Koperasi Harapan Kasih, Birger Hitarihun mengatakan, untuk menekan berkembangnya para rentenir di Kota Kupang, Koperasi Harapan Kasih siap melayani kegiatan simpan pinjam bagi warga Kelurahan Oebobo dan Kelurahan Oebufu dengan memberikan bunga sebesar Satu Persen dari total pinjaman yang diberikan.

Menurut Pendamping Kelompok Masyarakat, atau PKM terbaik Tahun 2013 ini, Koperasi dipimpinnya merupakan koperasi yang dinilai sehat, karena selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin menjadi anggota, khususnya bagi pelaku usaha menengah ke bawah dalam meningkatkan usahanya.

Ritarihun juga mengaku, Koperasi hasil bentukan dari program Anggaran Untuk Menuju Masyarakat Sejahtera, atau Anggur Merah ini, saat ini telah memiliki sebanyak 158 nasabah, dengan total nasabah yang telah melakukan peminjaman serta merealisasikan pengembalian secara baik sebanyak 128 orang.

Dirinya mengharapkan agar dengan adanya Koperasi Harapan Kasih, Masyarakat Berpenghasilan Rendah, atau MBR tidak lagi melakukan pinjaman pada rentenir-rentenir liar, namun dapat terbantu melalui pinjaman dikoperasi untuk digunakan dalam meningkatkan usaha perekonomian Rumah Tangga.

Sementara itu, Sekertaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kupang, Adrianus Tali mengatakan, Pemerintah Kota Kupang juga harus dapat mengsosialisasikan kepada masyarakat tentang manfaat simpan pinjam pada koperasi yang dinilai sehat. Sehingga, kebiasaan masyarakat Kota Kupang untuk melakukan pinjaman para rentenir dapat dihilangkan. (Tho)

Senin, 20 Januari 2014

Cuaca Buruk, Harga Ikan Melonjak

Kupang, KabarkotakupanG.com - Cuaca buruk yang melanda perairan Nusa Tenggara Timur beberapa hari terakhir ini menyebabkan para nelayan di Kota Kupang enggan melaut dan memilih untuk mengamankan perahu mereka dari amukan gelombang dan angin kencang ke Pantai Oeba.

Terhentinya aktivitas nelayan itu membuat harga ikan di Kota Kupang melambung hingga lebih dari 20 persen dari harga sebelumnya.

Pantauan WartakotakupanG di pasar ikan Kelapa Lima, harga ikan mengalami kenaikan begitu signifikan dari harga normalnya. Seperti ikan kombong yang biasanya dijual Rp 20.000 per 10 ekor, kini menjadi Rp 60.000. per ekor.

Sama halnya dengan ikan tongkol dan cakalang yang biasanya dijual Rp 60.000 per ekor kini naik menjadi Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per ekornya.

Petrus, salah seorang pedagang ikan di kelapa lima saat ditemui mengatakan cuaca buruklah membuat harga ikan melonjak sebab, hasil tangkapan nelayan berkurang drastis.

Petrus mengaku, Ikan yang mereka jual, kebanyakan adalah ikan hasil tangkapan nelayan sebelum cuaca buruk terjadi yang mereka simpan di cool box atau kotak pendingin. (Ven)

Senin, 13 Januari 2014

Bata Merah TOBLOCK Semakin Melejit Dipasaran

Kupang, KabarkotakupanG.com - Pemilik Home Industri bata merah TOPBLOCK, Syarif Daud saat ditemui WartakotakupanG.com (09/01/14) mengatakan, bata merah yang Ia produksi saat ini memang sama dengan bata merah lain pada umumnya namun memiliki bebrapa perbedaan. 

“Bata merah topblock yang kami produksi menggunakan mesin vibrator hidrolik sehingga hasilnya sangat rapi, padat, kuat tapi ringan,” Katanya.

Home Industri yang mulai dibuka pada bulan Agustus tahun 2013 lalu ini Ungkap Syarif, semakin menunjukan prospek yang baik sejalan permintaan pasar yang begitu tinggi. 

“Walau baru beberapa bulan yang lalu tapi permintaan pasar semakin banyak. Kami Mampu Memproduksi Bata Merah dengan Kualitas yang sesuai dengan permintaan atau keinginan konsumen.”

Syarif menambahkan, untuk daratan timor, permintaan terbanyak dari kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Hal ini juga dikarenakan bata merah yang Ia produksi selain dipromosi lewat jejaring sosial, juga dipajang di dipinggiran jalan sehingga mudah dilihat. 

“Permintaan paling besar dari Soe untuk daratan Timor, kedepan kami akan membuka lagi cabang didaratan Flores dan itu dalam tahap perencanaan kami.”  

Untuk diketahui, Bata Merah TOPBLOCK yang merupakan Bata Merah yang diproduksi mengunakan Mesin Penepung Tanah, Mesin Mixer, Mesin Vibrator Hidrolik sehingga Menghasilkan Bata Merah Berkualitas yang Ringan, Presisi, Tekstur Lebih Halus, Padat dan Kuat.

Home industri yang terletak di Jalan Timor Raya, Desa Tanah Merah, kabupaten Kupang ini Merupakan Produk Terbaru pembuatan bata merah tanpa pembakaran pertama di daratan timor. (Ven)

ASTON Kupang Hadir Sebagai Motifator Bukan Kompetitor

Kupang, KabarkotakupanG.com - Sebut ASTON Kupang pasti akan terdengar asing ditelinga masyarakat Nusa Tenggara Timur. Namun keterasingan ini akan perlahan menghilang sebab, saat ini manejemen Hotel sedang menggelar berbagai kegiatan sosial seperti ASTON go to kampus, donor darah, pembuatan tempat sampah dijantung kota serta mengunjungi panti asuhan. 

Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan hotel berbintang empat pertama diKota Kupang yang akan dilaunching pada tanggal 26 januari 2014 mendatang, kepada masyarakat seiring tahap akhir penyelesaian pembangunan.

Saat ditanyai WartakotakupanG.com soal ketertarikan Archipelago Group membangun hotel termegah dikota kupang,  General Manager Hotel ASTON Kupang Ario Budi Nugroho mengatakan, Kota kupang saat ini sudah perlahan-lahan menjadi kota berkembang dan banyak orang sudah mulai tertarik untuk berbisnis di sini. 

“Terus terang Kota Kupang saat ini sedang berkembang dan Saya yakin 10 tahun kedepan, Kota Kupang sudah menjadi kota bisnis dan tingkat kesibukan masyarakat akan semakin tinggi seperti kota-kota berkembang lainnya di Indonesia,” Katanya.

Menurut Nugroho, ASTON Kupang tidak terlambat beroperasi di Kota Kupang sebab ASTON Kupang merupakan perintis pelayanan berkualitas serta pelayanan produk berkualitas dan ini yang menjadi perbedaan antara ASTON Kupang dengan hotel-hotel lainnya diKota Kupang. 

“Kita yang lebih dulu merencanakan Green Hotel, qualitet service serta qualitet product sehingga, ASTON Kupang sangat berbeda jauh dan kompetitif sehingga belum terlambat untuk ASTON”.  

Nugroho menambahkan, sesuai rencana awal, manejemen ASTON Kupang ingin membangun sepuluh lantai namun berkembang menjadi tujuh belas lantai dan Hotel ASTON Kupang juga memiliki delapan buah restaurant yang tersebar didalam bangunan tertinggi pertama dikota Kupang ini. 

“Yang kita milki dan tidak ada di Hotel lain dikota Kupang yakni ada delapan buah restaurant didalam satu gedung. Dan dari delapan buah restaurant tersebut, salah satu satunya menjadi eksekutif yakni ada di lantai terakhir dengan disuguhi pemandangan teluk Kupang dan dari situ juga kita akan lihat keseluruhan Kota Kupang dari ketinggian”, Katanya.

Untuk menarik simpati masyarakat agar menginap, Nugroho mengatakan, untuk tahap awal pihaknya masih melakukan sosialisasi maupun promosi dengan menggelar berbagai kegiatan maupun program yakni saat ini pihaknya sedang menjalankan program “What to doing Kupang?”, program ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luar bahwa ini adalah Kupang sehingga orang yang tertarik untuk menginap akan mengenal Kupang lewat ASTON ataupun sebaliknya. 

“Kita akan perkenalkan kepada orang “inilah Kupang” sehingga orang akan tau dan ingat bahwa ketika menginap di Hotel ASTON pasti akan tau Kupang dan jika akan berkunjung ke Kupang pasti akan tau Hotel ASTON”.

Program “What to doing Kupang”  ini menurut Nugroho akan lebih fokus memperkenalkan kepada tamu lokal maupun tamu asing yang akan menginap tentang pariwisata maupun budaya yang ada di Nusa Tenggara Timur seperti tempat pariwisata di Pulau Timor, Pulau Flores, Pulau Rote, Pulau Sumba, Pulau Sabu, Pulau Alor serta pulau-pulau terluar yang mempunyai tempat wisata menarik. 

Selain itu Hotel ASTON Kupang juga akan memperkenalkan musik tradisional Sasando yang saat ini telah dikenal secara mendunia namun belum melihat secara langsung cara pembuatannya.

“Kita akan membawa para tamu ke tempat pembuatan alat musik Sasando sehingga para tamu akan terkesan dan punya cerita bukan hanya disaksikan di Televisi namun melihat secara langsung cara pembuatan alat musik tradisional asal pulau Rote itu”.

Selain beberapa penting hal diatas , Hotel ASTON juga akan memberdayakan perekonomian rakyat yakni dengan memanfaatkan daun pohon Lontar sebagai tempat untuk menyimpan buah-buahan yang disediakan dalam semua acara yang akan diselenggarakan di Hotel ASTON. 

“Kita juga akan memberdayakan ekonomi masyarakat yakni dengan cara  membeli produk-produk kerajinan tangan masyarakat yang bisa dipajang maupun yang bisa dipergunakan untuk menyimpan sesuatu sebagai kekhasan dari ASTON”, Ungkapnya.

 Dari awal pembangunan hingga tahap penyelesaian, hambatan hanya terjadi pada transportasi sebab semua konstruksi serta perlengkapan Hotel ASTON didatangkan dari pulau jawa. 

“Kita datangkan semua konstruksi maupun perlengkapan dari pulau jawa dengan menggunakan transportasi laut sehingga kesulitan dan hambatan selalu ada yakni cuaca dan keterlambatan sampai dikupang”, Tambahnya.     

Nugroho berharap dengan kehadiran ASTON Kupang, bisa menjadi Trans Center di Kota Kupang dan pengusaha yang tertarik untuk membangun hotel dikota Kupang kedepannya juga diharapakan agar membangun lebih bagus lagi gedungnya dari Hotel ASTON Kupang sehingga menjadi motivasi bagi hotel-hotel lain untuk membangun yang lebih bagus dari sekarang sehingga Kota Kupang akan menjadi lebih baik dimata Nasional. (Ven)             

2013, NTP Petani NTT Menurun

Kupang, KabarkotakupanG.com - Berdasarkan data yang di peroleh dari Badan Pusat Statistisk (BPS) Provinsi NTT bahwa, Nilai Tukar petani (NTP) pada tahun 2013 menurun dari 98,10 menjadi 97,92.

Kepala BPS Provinsi NTT Anggoro Dwi Cahyono mengatakan, Penurunan tersebut terjadi karena, naiknya indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih kecil dibandingkan naiknya indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian

Jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu hanya sub sektor Peternakan dan Perikanan yang mengalami kenaikan 0,08 dan 0,33.

Sedangkan tiga subsektor lainnya yakni, tanaman pangan, Holtikultura dan subsektoor tanaman perkebunan rakyat kata Dwi Cahyono mengalami penurunan.

Ia menjelaskan, NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga saat diterima petani terhadap indeks yang di bayar. NTP juga merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan daya beli petani yang ada di pedesaan.

Pada bulan desember 2013 lalu, di daerah pedesaan terjadi  inflasi sebesar 0,65 persen. Selain itu sub kelompok bahan makanan juga mengalami inflasi tertinggi yang disusul oleh sub kelompok sandang, sub kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan angka persentasi sebesar 1,20 persen untuk pendidikan, 1,80 untuk bidang rekreasi dan olahraga mengalami Inflasi 0,23 persen. (Ikz)

Minggu, 12 Januari 2014

Prospek LKP Timiqi Meningkat

Kupang, KabarkotakupanG.com - Lembaga Kursus dipandang mampu memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat dalam hal pemenuhan peningkatan ketrampilan atau skill serta ilmu dan wawasan. Karena lembaga pendidikan formal saat ini, dirasakan belum cukup memberikan bekal ketrampilan yang memadai.

Hal ini juga terlihat semakin banyak berdiri lembaga-lembaga kursus di Kota Kupang. Salah satunya adalah Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP) Timiqi. Lembaga Kursus dan Pendidikan yang bergerak khusus di bidang tata rias ini semakin hari semakin meningkat prospek dan peminatnya.

Pengelola LKP Timiqi Fia Priscila Nunuhitu saat ditemui bisnis NTT mengatakan, Lembaga yang Ia kelola ini memiliki komoditas utama yaitu materi kursus kecantikan yang mampu beradaptasi sesuai perkembangan zaman sehingga terhitung sudah 65 orang hasil binaan LKP Timiqi selama tiga tahun terakhir yang saat ini bekerja pada beberapa lembaga kecantikan maupun membuka usaha sendiri.

“Sudah 65 orang yang lulus dari LKP Timiqi selama tiga tahun terakhir dan kini mereka sekarang sudah kerja disalon ternama diKota Kupang dan ada yang buka salon sendiri”, Katanya.

Priscila menambahkan, untuk lebih meperkenalkan LKP Timiqi kepada khalayak ramai, pihaknya telah mempersiapkan berbagai program dan akan disosialisasikan melalui media maupun mengadakan “Cluster” (Gugus) kecil dengan instansi pemerintah agar menarik minat orang untuk mengetahui akan pentingnya kecantikan.

“Kami akan sosialisasikan program-program kursus yang sudah disiapkan kepada khalayak ramai melalui media informasi dan juga akan di buat “Cluster” (Gugus) kecil di instansi pemerintah untuk manarik perhatian orang akan pentingnya kecantikan”, Ungkap Priscila.

Selain promosi, pada bulan oktober tahun 2014 mendatang, LKP Timiqi juga akan menggelar workshop make up dengan tema “Decor Your World” yang akan dilakukan diberbagai instansi pemerintah dan akan diikuti oleh pegawai maupun dharma wanita yang ada di instansi tersebut.

Ia berharap kedepan, LKP Timiqi bisa menjadi lembaga kursus terpercaya yang menghasilkan output-output yang berkualitas dan berdaya saing tinggi sehingga dapat diterima didunia usaha demi meningkatkan kualitas hidup para lulusan serta mengurangi angka pengangguran di NTT. (Ven)

Hotel La Haseinda Tampil Serba Amerika Latin

Kupang, KabarkotakupanG.com - Hotel La Hasienda. Hotel yang terletak di jalan Adi Sucipto, Penfui, Kupang ini Menawarkan akomodasi yang tenang dan unik dengan arsitektur dan interior bergaya Meksiko.

Humas Hotel La Haseinda Kupang Boy Serron kepada WartakotakupanG.com mengatakan, pemilik Hotel bernama Michael Ross asal Jerman memilih untuk membangun hotel bernuansa latin di kota kupang dikarenakan pemilik hotel sangat mencintai kebudayaan latin sehingga Ia tuangkan dihotel yang baru mulai beroperasi pada bulan februari 2013 lalu.

 “Pemiliknya asal jerman tapi suka kebudayaan latin semenjak bertugas di peru dan meksiko sehingga Ia datang dikupang dan membangun hotel ini.

Boy menambahkan, semua ornamen yang ada didalam hotel didatangkan dari Meksiko. 

“Semuanya dibawah dari meksiko dan hotel ini dikerjakan langsung oleh Michael Ross”. La Haseinda sendiri merupakan bahasa latin yang artinya bangunan besar yang berada di tengah-tengah pemukiman di sebuah padang luas, tambahnya.

Hotel ini memiliki sebuah bar dan restoran, serta menyediakan akses Wi-Fi gratis di seluruh areanya. Dengan dekorasi berwarna orange yang hangat, setiap kamar ber-AC-nya menyediakan ruang kerja, TV kabel/satelit layar datar, dan meja makan. Fasilitas shower dan perlengkapan mandi dapat ditemukan di kamar mandi pribadi.

Menawarkan layanan parkir valet, hotel ini juga menyediakan layanan binatu dan penyewaan mobil. La Hasienda Restaurant khusus menghidangkan masakan Meksiko, Jerman, Rusia, Italia, serta Indonesia. (Ven)

Sabtu, 11 Januari 2014

AIRO Sediakan Air Minum Isi Ulang Berkualitas

Kupang, KabarkotakupanG.com - Bisnis air minum isi ulang saat ini semakin menjanjikan. AIRO, salah satu depot air minum murni isi ulang di Kupang tepatnya di Jalan Timor Raya, Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang, sejak dibuka pada tahun 2007 lalu ini semakin meraup keuntungan.

Pemilik depot air minum murni isi ulang AIRO, Syarif Daud kepada media ini mengatakan, produk air yang Ia sediakan sangat berkualitas dan higinis dengan cara penyulingan secara bertahap dan teliti. 

“Air yang disediakan di AIRO sebelum dipasarkan itu prosesnya melalalui penyulingan mesin yang sangat ketat. Air yang kita taru di mesin contohnya lima liter nanti pada saat proses penyaringan habis, hasil yang didapatkan untuk dipasarkan hanya 2 liter sehingga kami jamin air yang dipasarkan berkualitas,” Kata Syarif.

Mesin yang digunakan kata Syarif, merupakan mesin yang berstandar internasional dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) atau osmosis terbalik dimana, teknologi ini dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi (Lapisan Penyaring). 

“Mesin berteknologi yang kami gunakan ini bisa merubah air laut menjadi air tawar atau air keruh ke air jernih murni yang dapat langsung diminum tanpa disaring lagi secara manual atau di rebus.”

Untuk menjangkau permintaan pelanggan di kota kupang dan sekitarnya, Kini Ia menyediakan tiga unit mobil pick up yang siap melayani pelanggan setiap hari. 

“Kami siapkan tiga unit mobil pick up dengan satu mobil diisi delapan puluh hingga seratus buah galon untuk memenuhi permintaan pelanggan yang sudah tersebar di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang.” kata Syarif menambahkan.

Bertambahnya jasa antar air isi ulang Dikota Kupang saat ini, syarif mengaku akan menambah lagi lima unit mobil pick up untuk melayani lima kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang sehingga apa yang menjadi targetnya kedepan dapat dicapai. (Ven)

Hotel T-MORE Akan Tingkatkan Status

Kupang, KabarkotakupanG.com - T-MORE Kupang, Hotel non bintang yang bernaung dibawah manejemen PT Nusa Wisata Indah (NWI) dalam tahun 2014 ini akan menargetkan untuk mencapai 25 hingga 30 persen dibanding tahun 2013 lalu sebab prospek T-MORE Hotel saat ini cukup bagus sebab segmen pasar di NTT lebih didominasi dengan event atau kegiatan yang digelar oleh pemerintah.

“Segmen pasar untuk Hotel T-MORE Kupang akhir-akhir ini semakin bagus dan ada peningkatan sekitar 55 persen, peningkatan ini dikarenakan pemerintah daerah selalu melakukan event, baik yang kecil maupun event yang berskala besar.” Kata General Manager Hotel T-MORE, Veliks Lantang ketika ditemui bisnis NTT kemarin.

Selain Event yang digelar pemerintah di Hotel tersebut, peningkatan ini juga didominasi oleh konsumen Non-Travel Agent atau langsung membooking  kamar lewat internet. Dan sisanya lewat Travel Agent  dan Airlines. 

“terjadi peningkatan ini juga karena para konsumen yang dengan istilah hotelnya dinamakan Wallk In Guest langsung membooking kamar lewat internet dan mereka Check In ketika akan menginap. Dan sisanya lewat Travel Agent resmi maupun Air Lines yang sudah bekerja sama dengan managemen Hotel,” Ungkap Veliks.

Disinggung soal hadirnya hotel-hotel berbintang di Kota Kupang saat ini, Veliks mengaku bahwa ini merupakan tantangan bagi Hotel T-MORE sehingga pihaknya akan terus berbenah yakni akan memajukan status hotel tersebut menjadi hotel bintang tiga serta terus melakukan pendekatan kepada tamu dengan cara memberikan pelayanan berkualitas. 

“Dengan keadaan seperti ini, kita akan perluas restaurant, menambah kapasitas restaurant serta kita akan tambah fasilitas restaurant seperti meja billiard dan tempat karaoke.”

Untuk menambah kualitas sumber daya manusia, Veliks mengatakan, dalam satu bulan minimal lima hingga enam kali pelatihan serta English Club yang dilakukan untuk semua divisi agar mampu bersaing dengan hotel-hotel berbintang yang telah hadir maupun yang akan hadir di Kota Kupang. 

“persiapan ini kita lakukan agar kepala divisi kita mampu bersaing serta siap ketika dirolling untuk menempati posisi-posisi penting ketika dibutuhkan hotel lain yang bernaung dalam manejemen PT Nusa Wisata Indah (PT NWI),” Katanya.

Veliks menambahkan, kedepan pihaknya akan menambah kualitas sumber daya manusia dengan menyiapkan kader-kader berkompeten di dalam hotel yang baru Ia pimpin satu bulan ini agar mampu bersaing dan menghadapi pasar perhotelan yang saat ini sedang berkembang di Kota Kupang. 

“Kita akan menambah kualitas sumber daya manusia dengan siapkan kader-kader yang ada saat ini sehingga dapat bersaing dan hadapi tantangan yang ada sehingga bisa mencapai target yang diharapkan.” (Ven)

Jumat, 22 November 2013

Suzuki KARIMUN WAGON R Masuk Kupang Dengan Harga Terjangkau

Kupang, KabarkotakupanG.com - Setelah memperkenalkan kandidat produk kendaraan bermotor roda empat hemat energi  dan harga terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green car (LCGC) kepada publik pada gelaran otomotif akbar “ The 21st Indonesia International Motor Show (IIMS)” pada tanggal 19 september 2013 lalu, PT. Suzuki Indomobil Sales kini resmi meluncurkan Suzuki KARIMUN WAGON R, sebagai bentuk komitmennya dalam mendukung pemerintah mengenai mobil ramah lingkungan yang hemat energi dengan harga terjangkau.

Suzuki KARIMUN WAGON R hadir untuk menyelaraskan antara kebutuhan transportasi yang multiguna, gaya hidup dengan kepedulian lingkungan hidup serta untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan perjalanan masyarakat modern di indonesia dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari. Dengan platform compact MPV, menjadikan Suzuki KARIMUN WAGON R sebagai kendaraan kompak sekaligus multi purpose yang nyaman dan lega.

Branch Manager Sales Suzuki Bahana Motor Kupang, Theo Parera dalam keterangan persenya mengatakan, Suzuki KARIMUN WAGON R merupakan jawaban bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat NTT sebagai kendaraan dengan memiliki unsur SUPER (Spacious, Useful, Pratical, Efficient, Reasonable) yang mengerti akan kebutuhan keluarga modern serta selaras dengan tagline dari Suzuki KARIMUN WAGON R yakni “Lebih Dari Cukup”.

Parera juga mengungkapkan, untuk menunjang performanya, Suzuki KARIMUN WAGON R menggunakan mesin generasi terbaru K10B, DOHC yang ringan dan bertenaga dengan mesin berkapisitas 998 cc, 12 valve dengan 3 silinder bertenaga 68 PS/6,200rpm dan torsi 90Nm sehingga membuat mobil ini lebih bertenaga serta ditunjang oleh transmisi manual 5-percpatan.

Parera menambahkan, Suzuki KARIMUN WAGON R juga dilengkapi dengan aspek keamanan yang memadai seperti fitur Immobilizer. Immobilizer merupakan sistem manejemen mesin didalam ECU (Electronic Control Unit) atau komputer yang mengatur sistem mobil sehingga dapat mengenali sinyal yang dikirimkan dari kunci kontak asli.

Seluruh fitur tersebut diatas menjadikan Suzuki KARIMUN WAGON R sebagai kendaraan SUPER yang unggul dikelasnya serta ditunjang dengan perawatannya yang mudah dan murah. Untuk memperolehnya, KARIMUN WAGON R dipasarkan dengan harga On The Road (OTR) untuk kupang adalah, KARIMUN WAGON R - GA : Rp. 91.300.000,-, KARIMUN WAGON R - GL : Rp. 104.600.000,-, dan KARIMUN WAGON R - GX : Rp. 115.000.000,-. (Ven) 

Senin, 04 November 2013

NTT Alami Deflasi Sebesar 0,59 Persen

Kupang, KabarkotakupanG.com - Deflasi adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi ini terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar dimasyarakat.

Oktober 2013, provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi sebesar 0,59 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 156,00. Dari dua kota indeks harga konsumen (IHK) di provinsi Nusa Tenggara Timur , Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,67 persen dan Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,17 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik provinsi Nusa Tenggara Timur, Anggoro Dwi Cahyono mengatakan, deflasi ini terjadi akibat turunnya indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks terbesar yakni 1,54 persen dengan menyumbang andil deflasi sebesar 0,26 persen.

Anggoro Dwi Cahyono menambahkan, sumbangan deflasi terbesar disumbang oleh kelompok pengeluaran bahan makanan yakni sebesar 0,38 persen dan diikuti oleh kelompok transportasi, komunikasi serta jasa keuangan yakni sebesar 0.26 persen.

Ada sepuluh komoditas utama pendorong deflasi di Nusa Tenggara Timur yakni, angkutan darat, bawang merah, kangkung, bayam, ikan tembang tomat sayur, tempe, beras, telur ayam ras serta wortel.

Sedangkan 10 komoditas yang menjadi penghambat deflasi adalah, cabe merah, daun singkong, labu siam atau jipang, pisang, lengkuas, daging babi, daging ayam ras, bawang putih, sewa rumah dan ikan kembung atau gembung.(Ven)

Kamis, 31 Oktober 2013

Naek Tigor Sinaga Pimpin BI Perwakilan NTT

Kupang, KabarkotakupanG.com - Senin, 28 Oktober kemarin merupakan hari yang bersejarah bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, karena pada hari tersebut pucuk pimpinannya kembali mengalami pergantian.

Acara Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Luctor E. Tapiheru kepada Naek Tigor Sinaga diselenggarakan di Tablolong Room, Hotel Swiss Belinn Kristal,Kupang.

Hadir pada kesempatan tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hendar, unsur pimpinan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, kalangan perbankan, akademisi, dan lembaga terkait lainnya.

Dalam acara tersebut, Luctor E. Tapiheru yang telah memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak tanggal 4 Oktober 2012 digantikan oleh Naek Tigor Sinaga yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu.

Luctor E. Tapiheru yang merupakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur ke-17 selanjutnya akan menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur BI, Hendar membahas mengenai tantangan perekonomian terkini dan berbagai upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia, termasuk arah kebijakan Bank Indonesia dalam peningkatan peran Kantor Perwakilan ke depan. 

Selain itu, Hendar juga membahas mengenai dinamika perekonomian daerah, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mengakhiri sambutannya, Hendar mewakili Dewan Gubernur Bank Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Luctor E. Tapiheru atas berbagai usaha yang telah dilakukannya selama memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur serta berpesan kepada Naek Tigor Sinaga agar dapat meningkatkan peran aktif Bank Indonesia dalam pembangunan ekonomi, khususnya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebagai salah satu dari tiga Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur selama ini memang telah banyak berperan aktif sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan.

Selain itu BI juga melaksanakan pengawasan terhadap perbankan di wilayah kerjanya serta melaksanakan kegiatan operasional sistem pembayaran tunai dan non tunai sesuai dengan kebutuhan perekonomian daerah.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, dalam sambutannya berharap agar kerja sama yang selama ini telah terjalin antara BI dan Pemda NTT dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Pada kesempatan tersebut, Frans Lebu Raya mewakili masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur juga mengucapkan terima kasih atas seluruh sumbangsih yang telah diberikan Luctor E. Tapiheru selama bertugas di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Sumber : seputarNTT.com

Senin, 02 September 2013

Agustus 2013 NTT Alami Inlasi 0,48 Persen

Kupang, KabarkotakupanG.com - Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik NTT terhadap perkembangan harga sejumlah barang dan jasa pada bulan Agustus 2013, secara umum menunjukan adanya kenaikan.

Agustus 2013, NTT mengalami inflasi sebesar 0,48 %, dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 158,55. Dari dua kota IHK di NTT, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,19 % dan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 2,01 %.

Kepala BPS NTT Anggoro Dwicahyono mengatakan, Inflasi ini terjadi akibat adanya kenaikan indeks harga pada semua kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran kesehatan mengalami kenaikan tertinggi yakni sebesar 1,48 % dengan menymbang andil inflasi sebesar 0,05 %.

Anggoro juga menambahkan, Andil inflasi tertinggi disumbang oleh kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,22 % dan diikuti oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas serta bahan bakar yakni sebesar 0,09 %.

Secara nasional, dari 66 kota IHK, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi dikota Sorong sebesar 6,47 %. (Ven)

Nilai Tukar Petani Turun 0,07 Persen

Kupang, KabarkotakupanG - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di NTT pada Agustus 2013, Nilai Tukar petani atau NTP NTT mengalami penurunan sebesar 0,07 % dibanding bulan juli 2013 yaitu dari 97,87 menjadi 97,80.

Kepala BPS NTT Anggoro Dwicahyono dalam jumpa pers siang tadi menjelaskan, Nilai Tukar Petani atau NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani.

NTP juga merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani pedesaan. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani, tambah Anggoro.

Anggoro menambahkan, penurunan NTP pada agustus 2013 ini disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil dibanding kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian. (Ven)